logo ganffest orange

Ganesha Film Festival

Ganesha Film Festival (Ganffest) adalah festival film dua tahunan dengan skala nasional yang dilaksanakan oleh Liga Film Mahasiswa ITB. Diselenggarakan di Bandung sejak tahun 2008, boleh dibilang Ganffest merupakan salah satu festival film mahasiswa tertua di Indonesia.

Pada awalnya, Ganffest hanya memiliki program kompetisi yang mengadu 98 film pendek serta 4 video art. Sekarang, Ganffest telah berkembang mejadi salah satu festival film pembuka, dikarenakan diadakan pada awal tahun, dengan serapan submisi lebih dari 300 film dengan sebaran dari berbagai kota di Indonesia.

Sebagai pelaku ekosistem perfilman, Ganffest berupaya untuk memberikan ruang eksibisi serta stimulus bagi produksi film pendek di Indonesia. Adapun sebagai misi kebudayaan, Ganffest juga berharap memberikan ruang hiburan alternatif bagi masyarakat umum sehingga lebih mengetahui film-film pendek produksi anak bangsa.


LFM ITB

Berdiri pada 21 April 1960, Liga Film Mahasiswa (LFM) adalah Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergerak di bidang media baik film beserta kajiannya hingga fotografi beserta eksibisinya.

Sebagai salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa tertua di ITB, LFM ITB telah memilki peranan penting baik skala kampus dengan keterlibatannya sebagai pusat dokumentasi sosial kegiatan kampus ITB hingga skala Kota Bandung dengan adanya Bioskop Kampus yang secara konsisten d©Šalankan sejak pertama kali menerima hibah proyektor dari Kedutaan Belanda.

Hingga saat ini, LFM ITB terus berusaha untuk memberikan dampak baik untuk anggotanya maupun lingkungan sekitar melalui program-programnya seperti Ganesha Film Festival.

logo lfm hitam putih

logo germinal

Ganesha Film Festival 2020

Percampuran teknologi dengan berbagai isu seperti sosial, budaya, ekonomi, dan politik menjadi kian nampak apabila dipandang secara seksama sepanjang dua tahun ke belakang baik dengan bentuk yang individualistik atau berlingkup kecil hingga yang melibatkan massa serta hajat hidup orang banyak. Kehadiran dari isu isu tersebut belum mencapai kondisi tunak, ia masih dalam tahap berkembang, Germinal (berkenaan dengan tingkat pemulaan perkembangan) merupakan refleksi kembali atas relasi manusia dengan perkembangan zaman tersebut.

Relasi antar bidang yang terbentuk pun menciptakan makna konotatif bahwa Germinal merupakan gambaran dunia yang tidak ajeg serta terus berkembang. Pembacaan ini menjadi penting lantaran ketidakterpisahan antara manusia dengan perkembangan zaman serta relasi dan fenomena yang telah atau mungkin terjadi yang dirasa menarik untuk dibicarakan.