CATATAN KEBERJALANAN
GANESHA FILM FESTIVAL 2018

Tahun ini, Ganesha Film Festival sudah memasuki tahun penyelenggaraannya yang keenam. Total 1854 pengunjung hadir pada seluruh rangkaian acara Ganesha Film Festival 2018 dengan rincian 1334 pengunjung menghadiri rangkaian pemutaran utama dan 540 pengunjung pada rangkaian pemutaran Sinema Keliling. Rangkaian pemutaran utama dilaksanakan di dua tempat, yaitu Kampus ITB dan Bandung Creative Hub. Sementara Sinema Keliling dilaksanakan di empat tempat, yaitu Dago Elos, Tamansari, Kampus ITB, dan Alun-Alun Cicendo.

Jendela merupakan sebuah entitas yang kami rasa cocok untuk mengamplifikasi semangat yang coba kami bawa pada penyelenggaraan Ganesha Film Fetival yang keenam ini, yaitu menjadi sebuah entitas yang dapat “menjembatani” film-film dari Luar Bandung ke penonton Bandung dan begitupula sebaliknya. Serta, kami juga ingin menunjukkan bahwa film pun memiliki potensi untuk menjadi sebuah jendela : media yang dapat menawarkan sebuah keluasan pandang bagi para penontonnya. Ganesha Film Festival 2018 dibuka dengan pemutaran dari tiga film, yakni Kabar Hari Ini (Maudy Gabrielle), On The Origin Of Fear (Bayu Prihantoro Filemon), Munysera (Ali Bayanudin Kilbaren).

Pada penyelenggaraannya yang keenam, Ganesha Film Festival 2018 memiliki lima program pemutaran dan tiga program non-pemutaran. Berikut adalah penjelasan singkat untuk masing-masing program pemutaran:

a. Sinema Keliling

Sinema Keliling merupakan program yang diinisiasi dalam rangka mendekatkan film pendek dengan masyarakat Bandung. Tahun ini, Sinema Keliling diadakan di empat tempat, yaitu Dago Elos, Tamansari, Kampus ITB, dan Alun-Alun Cicendo. Kami mengadakan pemutaran dalam format layar tancap ke tempat-tempat tersebut. Sinema Keliling diselenggarakan pada tanggal 6 Januari 2018 di Dago Elos, tanggal 19 Januari 2018 di Tamansari, 26 Januari 2018 di Kampus ITB, dan 24 Februari di Alun-Alun Cicendo. Total 540 pengunjung hadir pada seluruh rangkaian acara sinema keliling ini.

b. Kompetisi

Program Kompetisi merupakan program yang memiliki tujuan untuk mengapresiasi film-film yang kami, tim kurator, rasa memiliki pencapaian sinematik yang menarik untuk “disuarakan”. Film-film yang terpilih pada program kompetisi akan dinominasikan untuk memperoleh penghargaan Gajah Emas dan Gajah Pinilih. Gajah Emas merupakan penghargaan untuk film terbaik pada Ganesha Film Festival 2018. Sementara Gajah Pinilih merupakan penghargaan yang diberikan oleh perwakilan dari komunitas film di Kota Bandung. Kedua penghargaan tersebut memiliki Dewan Juri-nya masing-masing. Berikut adalah daftar dewan juri untuk kedua penghargaan tersebut :

1. Gajah Emas 2. Gajah Pinilih

Dan berikut adalah daftar pemenang penghargaan Gajah Emas dan Gajah Pinilih

Gajah Pinilih : Seorang Kambing (Tunggul Banjaransari)

foto

Gajah Emas : Mesin Tanah (Wimar Herdanto)

foto
c. Bandung Nu Aing!

Bandung Nu Aing! adalah program pemutaran khusus untuk film-film karya sineas Bandung. Adapun sineas Bandung yang kami maksud disini adalah sineas yang mengalami proses kekaryaannya di Bandung. Sehingga, tidak harus orang Bandung asli untuk bisa dianggap sebagai sineas Bandung. Bandung Nu Aing! Tidak mencoba untuk menjadi tolak ukur pencapaian sinema fiksi pendek Bandung dalam dua tahun terakhir, melainkan untuk sekadar menambah ruang putar bagi film-film Bandung yang kami rasa penting untuk dipertontonkan kepada spektrum penonton yang lebih luas.

d. Horizon

Horizon merupakan program khusus untuk memutarkan film-film Indonesia yang ikut berkompetisi di festival-festival ternama di Luar Negeri. Tidak ada maksud kami untuk larut dalam puja-puji kepada festival-festival tersebut. Kami hanya ingin film-film tersebut juga turut ditonton dan diapresiasi oleh penonton di Indonesia.

e. A Look On

Program ini merupakan program tematik dari penyelenggaraan Ganesha Film Festival 2018. Program ini diinisiasi untuk mengimani makna Jendela menurut pemahaman para juru programnya. Program ini terbagi menjadi 5 sub-program, yaitu :

  1. A Look On : Distinct Romantic Movies
  2. A Look On : Jestful Society
  3. A Look On : Erectus Disfunction
  4. A Look On : Becoming Human
  5. A Look On : Behind Closed Doors

Sementara untuk program non-pemutaran terdiri dari Kelas Rontofu (with Bahasinema), Kelas! (with Jason Iskandar), dan Malam Temu Komunitas. Kelas Rontofu merupakan kelas kritik dan kajian film yang diadakan atas kolaborasi dengan komunitas Bahasinema. Sementara Kelas! (with Jason Iskandar) adalah kelas dasar penyutradaraan dengan pemateri Jason Iskandar. Malam temu komunitas dihadiri oleh 25 komunitas film. Pada malam temu komunitas ini, terdapat 7 komunitas yang mempresentasikan tentang kegiatan komunitas mereka, yaitu UMN Gate, Kineklub FISIP UNS (Pesta Film Solo), Solo Documentary Film Festival, Side Stream Film, Klub Film Anak Grafika (Klub FIAGRA) FT UGM, Forum Film Telkom.

Akhir Kata, kami mengucapkan terimakasih kepada sineas dan penonton yang sudah hadir ke rangkaian acara Ganesha Film Festival 2018. Kami juga memohon maaf yang sebesar-besarnya bila terjadi banyak kekurangan (baik teknis maupun non-teknis) pada penyelenggaraan Ganesha Film Festival 2018. Kami saran terbuka dengan kritk dan saran. Bila kalian memiliki kritik dan saran terhadap keberjalanan Ganesha Film Festival 2018, kalian dapat menghubungi

Email : ganffest2018@gmail.com

No.HP : Damar - 087823632232 (WA/Line Aktif)

Kami sangat berharap kritik dan saran dari kalian agar Ganesha Film Festival berikutnya berjalan semakin baik dan semakin bermanfaat bagi konstelasi sinema Indonesia. Sampai jumpa di Ganesha Film Festival berikutnya.

Salam Hormat,

Tim Ganesha Film Festival 2018

foto
Responsive image